Pelatihan yang Bisa Meningkatkan Skill Karyawan Millennial

Pelatihan yang Bisa Meningkatkan Skill Karyawan Millennial – Beberapa perusahaan yang ada saat ini harus mempekerjakan karyawan milenial. Mulai dari posisi yang ada di level staf hingga manajerial. Generasi yang ada saat ini harus memiliki karakteristik bersifat khusus yang membutuhkan pelatihan bagi para karyawawan milenial untuk bisa memaksimalkan potensinya. Jumlah karyawan milenial yang ada di perusahaan bisa dikatakan seperti dua mata pisau.

Karyawan Millennial
Karyawan Millennial

Beberapa Pelatihan yang Bisa Meningkatkan Skill Karyawan Millennial

Di satu sisi menguntungkan perusahaan, namun di sisi lain karyawan yang berasal dari generasi milenial sebagian besar atau hampir sebagian besar cukup minim dalam hal pengalaman. Anda sebagai HR yang bertanggung jawab terhadap perusahaan wajib memberikan berbagai keterampilan terkait peningkatan kemampuan Karyawan Millennial yang ada di perusahaan.

Pelatihan Kreativitas

Ada yang mengatakan bahwa karyawan yang berasal dari generasi milenial itu kreatif dan haus akan informasi. Untuk itu juga sangat diperlukan pelatihan yang mampu mengakomodir beberapa kebutuhan mereka sehingga keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja semakin meningkat. Sesuai dengan namanya, pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan baru bagi karyawan. Topiknya beragam, bisa disesuaikan dengan kebutuhan zaman.

Anda dapat mengadakan pelatihan penggunaan media sosial untuk personal branding atau pelatihan berkomunikasi yang lebih modern dengan klien. Untuk memunculkan ide kreativitas dari karyawa , dapat disisipkan pelatihan non formal dalam bentuk games atau kuis menarik.

Melakukan Pelatihan bagi Kaum Milenial Secara Berkala

Di era ini, selalu ada perubahan yang pergerakannya cepat dan tidak terduga. Untuk itu, agar skill pegawai khususnya pegawai generasi milenial semakin berkembang dan tentunya ke arah yang lebih baik serta perlu dilakukan pelatihan secara berkala. Pelatihan berkala yang dimaksud bisa dalam bentuk apapun. Mulai dari pelatihan penggunaan teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas hingga pelatihan sikap kerja yang dapat meningkatkan kualitas karyawan itu sendiri.

Perlu Anda ketahui, selain meningkatkan sebuah keterampilan, ternyata ada pelatihan berkala terutama tentang sikap kerja dan teknologi kerja yang dapat meningkatkan loyalitas. Tingkat turnover karyawan karena tidak puas dengan manajemen perusahaan juga bisa ditekan.

Apa Saja Pelatihan yang Bisa Meningkatkan Skill Karyawan Millennial?

Pelatihan Antar Divisi

Di era digital ini, seorang pegawai biasanya tidak hanya dituntut untuk bisa bekerja di bidangnya saja. Dalam rangka untuk meningkatkan self-skill, maka tidak jarang karyawan terutama karyawan yang di perusahaan level startup akan dituntut untuk bisa memahami atau bahkan mampu untuk menjalankan tugas atau beban kerja dari divisi lainnya. Agar tidak berakibat sangat fatal, ada baiknya setiap beberapa bulan sekali perusahaan melakukan pelatihan antar divisi secara rutin.

Maksudnya tentu saja untuk menambah pengetahuan atau wawasan. Dari pelatihan ini, Anda bisa menilai keterampilan karyawan. Ya, tidak jarang para karyawan milenial, terutama yang baru saja lulus, hanya melamar pekerjaan saja agar tidak menganggur. Situasi ini biasanya akan merepotkan ketika karyawan tidak dapat berkembang dan bahkan sering mengganggu kinerja tim.

Anda dapat melihat keterampilan apa yang dimiliki oleh karyawan. Jika ternyata kemampuan terbaik ada di divisi lain, maka ada baiknya karyawan tersebut dialokasikan untuk bekerja di divisi lain. Hal ini perlu dilakukan lagi demi kebaikan karyawan dan tentunya perusahaan.

Bagi karyawan milenial yang juga merupakan generasi digital, maka seorang HRD juga dapat meningkatkan kepercayaannya dengan cara menggunakan software absensi. Penggunaan software yang satu ini juga akan memudahkan baik pekerjaan HR maupun untuk para karyawan.

Orientasi Pelatihan Kerja Tentang Perusahaan

Salah satu hal paling penting yang harus diinformasikan kepada karyawan baru adalah budaya perusahaan. Biasanya ini dilakukan oleh departemen personalia. Aturan atau regulasi yang ada di perusahaan bukanlah pelatihan kerja yang bisa dilewatkan begitu saja. Untuk dapat bertahan, berkembang, dan menghasilkan sesuatu, karyawan memerlukan pengenalan orientasi perusahaan.

Ini mungkin tampak sederhana bagi sebagian orang. Namun untuk dapat beradaptasi, tentunya para calon pegawai harus bisa memahami dan memahami hal tersebut melalui pelatihan orientasi. Menjelaskan pekerjaan apa yang harus dan tidak boleh dilakukan merupakan bagian penting yang tidak boleh dilupakan ketika melakukan pelatihan kerja untuk Karyawan Millennial.

Leave a Comment